Pintu Rumah Tidak Menutup Rapat? Begini Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Pintu Rumah Tidak Rapat

Memiliki pintu dalam rumah yang tidak menutup rapat memang bisa membuat kesal, karena berbagai dampak yang bisa timbul. Dengan adanya celah yang terbuka cukup lebar, akan memungkinkan banyak debu yang masuk dengan mudah, maupun hewan-hewan kecil. Yang lebih berbahaya jika pintu tersebut merupakan akses menuju halaman depan rumah, sehingga ditakutkan mengundang bahaya lainnya.

Pintu yang tidak bisa menutup dengan rapat tersebut bisa disebabkan oleh proses pemuaian yang terjadi. Biasanya perubahan ini dialami oleh pintu berbahan dasar kayu, karena ia cukup sensitif terhadap berbagai perubahan cuaca. Apalagi jika sudah datang musim hujan, pintu beresiko akan terkena cipratan air hujan dan menjadikannya lembab. Dari hal inilah, baik pintu maupun jendela dari bahan kayu akan memuai dan melebar, sehingga tidak pas dengan ukuran kusennya.

Selain itu, area kamar mandi merupakan tempat paling lembab dalam rumah kita. Sehingga sering kita lihat setiap pintu kamar mandi yang digunakan bukanlah dari bahan kayu. Karena selain bahannya yang cukup berat untuk diaplikasikan pada kamar mandi, pemuaian pun dapat lebih mudah terjadi. Maka dari itu, pintu UPVC kamar mandi sangat umum dipilih dan digunakan.

Cara Mengatasi Pintu Rumah Tidak Rapat

Solusi Tepat Mengatasi Pintu yang Tidak Tertutup Rapat

Sangat disayangkan jika hal ini sampai terjadi pada pintu di rumah Anda. Sebagai bekal informasi yang update, berikut ini solusi yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi berbagai pintu pada rumah yang mengalami pemuaian.

1. Membuang Bagian yang Memuai

Solusi yang pertama ini cukup sederhana, yaitu Anda cukup membuang bagian pintu kayu yang terlihat melebar atau menjadi titik pusat yang susah ditutup rapat. Tentunya tidak semua bagian pintu akan memuai dengan cepat, pasti adalah salah satu bagian yang mana masih sesuai dengan ukuran aslinya. Memotong atau membelah bagian yang memuai bisa dilakukan dengan berbagai cara yang bisa dilakukan.

Biasanya proses ini cukup membuat repot, dan agar hasilnya maksimal serta bahan kayunya tetap utuh, engselnya bisa dibuka terlebih dahulu. Dengan begitu, kayu bisa mulai diserut menggunakan alat yang ada. Jika bagian yang memuai memang sangat kecil, pintu atau jendela tersebut tak perlu dicopot engselnya dan tetap pada posisinya. Penyerutan pun tetap bisa dilakukan, sesuai dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan. Namun meskipun sudah dipotong ke dalam bentuk semula, pintu kayu masih bisa rentan terjadi pemuaian, dan Anda masih harus menyerut bagiannya.

2. Mengganti Bahan Pintu

Jika kamu merasa repot dengan melakukan cara di atas, masih ada solusi lain yang bisa dilakukan. Yaitu dengan mengganti penggunaan bahan pada pintu, kamu bisa mengandalkannya pada pemakaian pintu berbagan UPVC, sehingga aman dari segala kehawatiran pintu yang tidak tertutup rapat.

Keunggulan bahan satu ini sudah tidak dapat diragukan lagi, pasalnya ia dibekali dengan teknologi canggih yang mampu mengatasi segala kebutuhan kita dalam bidang dekorasi atau konstruksi ini. Tak hanya dapat digunakan pada pintu utama maupun jendela saja, namun kini pintu UPVC kamar mandi dapat dengan mudah ditemui, sehingga tahan dari segala kelembaban. Sehingga pintu dalam rumah lebih awet dan tidak akan memuai. Dengan membawa standar Internasional, bahan UPVC ini dirancang lebih tahan air, tahan api, anti rayap, dan kuat.

Itulah solusi sederhana yang bisa dilakukan. Dan segera gunakan pintu UPVC kamar mandi, pintu utama, hingga jendela ini untuk rumah Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *