Terlengkap! Material Penyusun Floor Hardener Yang Wajib Anda Tahu

Dalam pembuatan lantai, ada dua macam agregat yang menyusunnya, yaitu agrergat kasar dan agregat halus. Masalah yang sering terjadi adalah agregat kasar sering sekali turun ke bagian paling bawah plat lantai hingga hanya menyisakan agregat halus di permukaan lantai. Hanya tersisanya agregat halus di lantai dapat menyebabkan lantai menjadi rapuh saat dilalui, apalagi yang melaluinya adalah benda-benda berat. Berangkat dari kondisi ini kemudian muncullah inovasi floor hardener.

Floor hardener merupakan suatu kombinasi material yang terdiri dari semen dan lainnya yang berfungsi untuk meningkatkan abrasitas permukaan lantai sehingga tidak ada lagi agregat kasar yang turun yang pada gilirannya membuat lantai menjadi lebih kuat. Selain itu, floor hardener memiliki fungsi lain, yaitu untuk mencegah lantai dari debu dan kotoran yang menempel dan membuat tampilan lantai menjadi lebih elegan. Adapun umumnya floor hardener diterapkan di gedung-gedung yang lantainya biasa dilalui alat berat seperti pabrik, bandara, dan lain-lain. Mengaplikasikan floor hardener saat ini tidak perlu risau karena ada jasa floor hardener khusus yang memiliki keahlian yang tidak lagi diragukan sehingga mampu mencapai hasil yang maksimal.

Material Penyusun Floor Hardener

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa floor hardener merupakan kombinasi dari material-material tertentu. Adapun material untuk menyusun floor hardener di antaranya:

1. Semen

Semen merupakan perekat yang sangat bagus perannya dalam dunia konstruksi khususnya. Semen dapat menjadi pengisi rongga udara di antara butir-butir agregat sehingga mampu menciptakan kualitas yang baik. Semen yang umum digunakan untuk menyusun floor hardener adalah semen tipe I atau semen yang sering digunakan dalam bangunan pada umumnya.

2. Pasir silika

Pasir silika merupakan agregat yang paling sering digunakan dalam menyusun floor hardener yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan abrasitas beton. Pasir ini sangat mudah didapatkan sehingga harganya pun relatif murah. Karena kemudahan akses ini, jasa floor hardener yang profesional pun lebih sering memilih pasir silika daripada mateial yang lainnya.

3. Emery

Emery merupakan material yang sering digunakan dalam menyusun floor hardener karena sifatnya yang sangat keras bahkan tahan terhadap air. Hal ini dikarenakan emery merupakan jenis batuan yang sangat kasar. Berbeda dengan pasir silika, emery merupakan material yang sulit ditemukan sehingga harganya pun relatif mahal.

4. Pasir besi / serbuk besi

Fungsi dari penambahan material ini adalah untuk menciptakan floor hardener metalic yang akan menampilkan kesan besi pada lantai. Penambahan material ini relatif tergantung selera. Di Indonesia sendiri pasir besi merupakan material yang sulit ditemukan akhirnya harga yang dipatok pun mahal, selain itu menggunakan material ini juga kerap menimbulkan karat sehingga penggunaannya di Indonesia sangat jarang.

5. Pewarna

Pewarna untuk floor hardener memiliki bentuk seperti serbuk yang berasal dari pigmen. Terdapat tiga macam campuran warna yang dapat digunakan untuk floor hardener, yaitu hijau, merah dan abu-abu. Ada pula floor hardener yang natural di mana warna yang ditampilkan menyerupai lantai beton itu sendiri.

Material di atas adalah material yang apabila dikombinasikan dengan komposisi dan cara yang tepat dapat menjadikannya sebagai floor hardener. Namun tentu saja mengkombinasikannya bukanlah hal yang mudah, akhirnya saat ini muncullah inovasi floor hardener sika yaitu floor hardener yang siap pakai. Adapun harga floor hardener sika sangat variatif tergantung kualitas yang ditawarkan hingga warna yang tersedia.

Yuk Mengenal Apa Itu Hujan Asam dan Bahayanya pada Konstruksi Jembatan

Hujan asam merupakan hujan yang memiliki efek membahayakan untuk lingkungan. Sifat asam tersebut muncul karena bermacam – macam gas polusi tertentu telah tercampur dengan atmosfer dan menciptakan hujan yang lebih asam dari hujan yang biasanya.

Penyebab dari Hujan Asam

Hujan asam dapat tercipta secara alami atau terjadi gara – gara ulah manusia. Dari segi alami, hujan asam terjadi karena letusan gunung berapi dan pembusukan vegetasi. Sedangkan dari segi ulah manusia, hujan asam terjadi karena disebabkan oleh bahan bakar fosil yang sering digunakan oleh manusia, seperti bahan bakar pada kendaraan dan asap dari pabrik. Semakin banyak bahan bakar dari fosil di gunakan, maka hujan asam akan sering terjadi.

Efek Hujan Asam pada Konstruksi Jembatan

Hujan Asam dan Bahayanya pada Konstruksi Jembatan

Konstruksi pada jembatan pada umumnya terbuat dari beton dan juga logam. Hujan asam memiliki pH dibawah 5,6 yang berarti tingkat keasamannya lebih tinggi dari hujan biasa yang memiliki pH 6. Dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi, maka hujan asam bisa mempercepat proses karat ( korosi ) pada logam. Korosi merupakan suatu kejadian perusakan bahan logam yang diakibatkan karena reaksi kimia antara udara yang lebih asam dari biasanya dan logam. Ciri – ciri dari karat ( korosi ) yang dihasilkan berupa bercak berwarna coklat tua. Selain itu, ternyata hujan asam juga berbahaya untuk konstruksi yang terbuat dari batu  atau beton karena batu atau beton mudah larut dalam asam sehingga membuat bangunan menjadi rapuh. Hal ini bisa dicegah dengan cara melapisi konstruksi pada jembatan dengan menggunakan sika waterproofing, yang bisa membantu konstruksi lebih tahan terhadap korosi yang disebabkan oleh air hujan bersifat asam.

Apabila hujan asam turun dan mengendap dengan jumlah yang cukup banyak, maka bisa merusak lingkungan seperti hewan, ekosistem air, hutan dan juga bangunan. Hujan asam bisa membuat tanah dan air menjadi asam, sehingga berdampak negatif pada pohon serta hewan. Hujan asam yang terus menerus turun ke permukaan tanah dapat membunuh populasi hewan dan juga tumbuhan. Selain itu, jika hujan asam turun ke atas permukaan air maka akan terjadi pengasaman pada air tersebut sehingga membuat spesies air seperti ikan, siput, katak dan udang menjadi berkurang atau bahkan punah.

Sebenarnya hujan asam itu tidak mempunyai ciri – ciri secara khusus yang dapat menjadi ciri pembeda dari hujan air yang biasanya, karena pada dasarnya rasa air dan warna dari keduanya hampir sama. Namun, kulit pada tubuh manusia dapat membedakan antara hujan asam dan hujan air biasa. Hal itu ditandai dengan kulit langsung memerah dan terasa gatal, bila air pada hujan asam mengenai kulit secara langsung. Sedangkan untuk sebagian orang yang memiliki kekebalan tubuh kurang bagus bisa langsung merasakan pusing.  Polusi yang menjadi sebab turunnya hujan asam ternyata juga bisa berefek pada manusia, misalnya meningkatkan resiko penyakit paru – paru dan gangguan pada jantung.

Efek negatif yang ditimbulkan oleh hujan asam sangatlah banyak. Oleh karenanya, kita sebagai manusia harusnya segera sadar akan semua hal itu. Dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil untuk kendaraan, menghemat pemakaian listrik dan diganti dengan tenaga angin atau surya serta juga mendaur ulang limbah dari pabrik seperti asap yang sering mengotori udara. Apabila Anda ingin membangun jembatan dengan konstruksi yang kuat dan tahan air, bisa menggunakan waterproofing coating sebagai pelapis pada konstruksinya.

Macam-macam Ukuran Paving Block yang Wajib Diketahui

Ukuran Paving Block yang Beranekaragam di Pasaran

Untuk masalah bangunan, paving block merupakan kebutuhan yang sangat penting, lebih-lebih di daerah perumahan. Biasanya, paving block digunakan untuk pembangunan jalan serta konstruksi. Paving block sebenarnya adalah beton yang dibentuk dengan bentuk, model serta ukuran yang berbeda. Ukuran paving block memang berbeda antara satu model dengan model yang lain. Kita hanya perlu menyesuaikannya saja sesuai dengan kebutuhan konstruksi.

 

Paving Block Terdiri dari Berbagai Warna

Selain ukuran paving yang berbeda antara satu dengan yang lain, warna paving block juga beragam seperti merah, orange dan kuning. Fungsi utama dari paving block sendiri adalah mengeraskan jalan, namun beda dengan aspal, paving block tidak bisa dipergunakan untuk jalan yang di dalamnya kendaraan melaju dengan cepat. Hal ini disebabkan karena bahan paving block dibuat dari beton.

 

Berbagai Ukuran Paving Block

Berikut beberapa ukuran paving block yang biasanya digunakan oleh masyarakat, antara lain:

1. Paving berbentuk persegi panjang

Ukuran paving berbentuk persegi panjang ini umumnya 21X10,5 cm. Dengan pilihan warna merah, abu-abu, hijau, hitam dan kuning. Paving block bentuk persegi panjang sangat mudah ditemukan, seperti digunakan untuk melapisi jalan yang berada di perumahan. Paving jenis ini lebih banyak dicari karena mudah dikreasikan serta kuat. Pilihan ketebalannya pun beragam mulai dari 6 hingga 10 cm.

 

2. Paving berbentuk cacing

Selain bentuk persegi panjang, bentuk paving yang juga sering digunakan adalah bentuk cacing. Model ini sering disebut dengan interpave. Paving ini juga sering digunakan sebagai pemerkeras jalan perumahan. Jenis paving ini dipilih bukan hanya disebabkan karena lebih hemat, tetapi karena model yang dimilikinya cukup unik. Ukuran paving block ini kurang lebih 22,5X11,2 cm, dalam satu meter, biasanya Anda akan membutuhkan 39 pcs paving.

 

3. Paving ubin besar

Memiliki ukuran 21X21 cm, paving block tersedia dalam berbagai macam warna yang bisa disesuaikan dengan desain konstruksi bangunan Anda. Model paving ini sering digunakan untuk halaman serta garasi rumah, dibandingkan dengan jenis paving block lainnya, model ini lebih mudah dipasang. Dalam satu meter, biasanya Anda membutuhkan kurang lebih 22 pcs paving block.

 

4. Paving block berbentuk kotak

Jika Anda memiliki halaman rumah yang sempit, Anda bisa menggunakan paving block berukuran kecil. Ukuran paving block ini sebesar 10,5X10,5 cm. Dalam satu meter, Anda biasanya membutuhkan paving sebesar 88 pcs. Modelnya yang terkesan minimalis membuat paving ini tidak banyak digunakan, karena terkesan boros.

 

5. Paving bentuk segi tiga

Jika Anda ingin memberi warna baru pada halaman rumah Anda, model paving block ini bisa dijadikan pilihan. Model segi tiga ini sering digunakan untuk trotoar jalan karena motifnya yang menarik.

 

6. Model segi enam

Selain model segitiga, model paving block yang sering digunakan adalah segi enam. Paving block yang memiliki enam sisi ini lebih kokoh dan kuat dibandingkan dengan yang lainnya. Paving ini sering digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti untuk trotoar jalan. Berukuran 21X10,5 cm, dalam satu meter Anda membutuhkan paving kurang lebih 27 pcs. Biasanya, paving block bentuk segi enam ini juga digunakan untuk bagian tepi konstruksi sehingga jalan terlihat semakin cantik.

 

Jadi, apakah Anda sudah menemukan mana ukuran paving block dengan bentuk sesuai dengan kebutuhan bangunan Anda? Sebelum memilih, pastikan kembali jika paving block tersebut kuat untuk kebutuhan konstruksi Anda.