Durasi Pengerjaan Epoxy Lantai Menggunakan Metode Floor Harderner

Metode Floor Harderner

Semua proses konstruksi yang dikerjakan dengan rapi, disiplin dan sesuai SOP (Standar Operation Procedure) sudah tentu akan menghasilkan bangunan yang kuat dan tahan lama. Di antara banyak bagian dalam proses konstruksi besar atau pun kecil, dikenal kemudian istilah floor hardener.

Banyak kemudian jasa konstruksi besar yang menjadikan proses ini sebagai bagian penting dari konstruksi mereka. Yang kemudian jika diperhatikan lebih lanjut bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menghasilkan konstruksi bangunan yang kokoh dan sempurna.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan bahan pengeras lantai, bagaimana prosesnya, berapa lama waktu aplikasinya, dan apa pula manfaat dari proses ini? Nah berikut hal tersebut akan dibahas lebih lanjut.

Pengertian Pengeras Lantai, Durasi, Metode, Serta Manfaatnya Dalam Konstruksi

Dalam pengertian yang sederhana, floor hardener dapat diterjemahkan sebagai pengeras lantai epoxy. Namun jika dikaitkan dengan fungsi dan tata cara prosesnya dalam teknik konstruksi, maka pengertian ini dapat diperluas lagi sebagai sebuah metode pengerasan lantai beton menggunakan campuran berbagai macam partikel yang relevan untuk mendapatkan lantai beton epoxy dengan tingkat soliditas yang maksimal

Untuk metode pengerasan lantai sebenarnya cukup sederhana, material yang berisi partikel solid diratakan pada permukaan lantai. Partikel-partikel yang ada dalam material floor hardener sika atau tipe lainnya kemudian akan bercampur dalam permukaan dan mampu memperkuat beton dengan sangat baik. Proses pengerjaannya yang sempurna dalam aplikasi teknik ini bahkan mampu membuat pori-pori lantai yang memungkinkan adanya respirasi udara, dapat tertutup dengan sempurna. Dan pada hasilnya konstruksi lantai akan sangat kuat dan solid.

Untuk manfaat dari proses pengerasan lantai sendiri tentu yang pertama adalah untuk membuat lifetime atau umur lantai beton epoxy bertahan lebih lama. Lantai yang dikerjakan dengan benar prosedur konstruksinya, kemudian dilapisi pula permukaannya dengan teknik hardener, bahkan mampu bertahan melebihi standar usia lantai pada umumnya.

Tahapan  Hardener Lantai

Durasi dan Tahapan  Hardener Lantai yang Umumnya Diterapkan

Proses hardener atau pengerasan pada lantai tentu saja terdiri dari beberapa tahapan. Namun secara garis besar, berbagai tahapan  ini dapat dibagi dalam tiga fase utama saja. Fase-fase tersebut adalah sebagai berikut;

  • Fase Persiapan Lantai

Dalam fase pertama ini dilakukan semacam analisis yang akurat tentang kebutuhan material hardener lantai yang akan menjadi objek proyek. Termasuk dalam analisa ini adalah berapa luas lantai, dan berapa pula kemudian kebutuhan hardenernya.

Pada fase pertama ini pula perlu untuk dijelaskan peruntukan lantai tersebut di kemudian hari. Ada klasifikasi jumlah dan kualitas hardener yang signifikan misalnya untuk lantai parkir basement, atau lantai gedung pabrik yang bisa menopang mesin-mesin sangat  berat.

  • Fase Perataan Lantai Beton

Setelah dilakukan proses pengecoran, langkah selanjutnya adalah dengan meratakan permukaan lantai secara sempurna. Setelah rata barulah kemudian floor hardener sika siap ditaburkan dan diratakan.

  • Fase Penghalusan

Fase ketiga atau terakhir sebagai proses dari pengerasan lantai adalah dengan penghalusan. Hal ini dilakukan tentu saja setelah permukaan lantai beton telah dicor, diratakan, kemudian diberi hardener. Dengan bantuan trowel, proses penghalusan dapat dilakukan lebih optimal dan efisien.

Jika semua proses ini dilakukan dengan lancar, durasi pengerjaan pengerasan lantai beton epoxy dengan metode floor hardener sebenarnya tidak begitu lama.  Bahkan jika dikerjakan oleh jasa profesional yang berpengalaman, proses bisa saja lebih singkat dengan hasil yang juga tidak kalah optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *