Ketahui Jenis-jenis Tiang Pancang Pengokoh Bangunan

Jenis-jenis Tiang Pancang

Tiang pancang atau pile merupakan komponen yang paling penting dalam sebuah konstruksi. Pile ini berfungsi sebagai penyalur beban dari atas ke bawah tanah pada kedalaman tertentu di mana pile tersebut disimpan. Tidak hanya sebagai penyalur beban yang membuat sebuah bangunan menjadi kuat, namun lebih dari itu pile ini juga mampu memadatkan tanah di sekitar pile sehingga saat terjadi getaran seperti gempa bumi dan kondisi lainnya, tanah dan bangunan tidak mudah rubuh.

Sebuah bangunan yang sudah berdiri sangat berpotensi untuk rusak atau runtuh disebabkan oleh banyak hal seperti pelapukan, retakan material hingga disebabkan bencana alam. Namun karena kehadiran tiang pancang, bangunan menjadi lebih kuat dan kokoh sehingga potensi kerusakannya semakin sedikit.

Jenis-Jenis Tiang Pancang

Tiang pancang terbagi ke dalam beberapa jenis tergantung fungsi dan materialnya. Pile sendiri secara bentuk terdiri dari tiga macam yaitu bulat, segitiga dan kotak. Bentuk-bentuk pile akan menentukan kekuatan sebuah bangunan. Adapun jenis-jenis pile berdasarkan material di antaranya:

1. Pile baja

Pile baja atau sering disebut dengan steel pile umumnya berbentuk persegi panjang. Pile ini sangat kuat menahan semua beban bangunan. Namun dalam pemasangan pile ini, hanya harus memastikan bahwa pile ini tidak akan terkena korosi karena jika terkena, pile ini tidak akan kuat lagi menahan semua beban bangunan sehingga bangunan akan rubuh. Salah satu upaya pencegahan korosi pada pile steel adalah dengan melakukan pengecetan anti korosi pada permukaan pile.

Dalam beberapa kasus, pile ini diisi dengan beton agar kekuatannya dalam menahan dan menyalurkan beban semakin tinggi.

2. Pile beton

Tiang pancang beton atau concrete pile umumnya memiliki bentuk silinder atau kotak. Ada dua jenis pembuatan pile beton, yang pertama adalah pembuatan pile yang dilakukan tidak dilokasi atau precast pile. Umumnya pile ini memiliki ukuran yang kecil sehingga pembuatannya di luar lokasi dan baru dikirim ke lokasi yang membutuhkan setelah jadi.

Jenis pembuatan kedua adalah cast in situ pile di mana prosesnya dibuat langsung di lokasi. Umumnya pile ini memiliki ukuran yang sangat besar dan untuk bangunan yang besar. Cara pembuatannya adalah dengan langsung dicor di lokasi pile.

Pile beton memiliki keuntungan yaitu pembuatan dan tingkat kekuatannya dapat diawasi karena tersedia rumus pasti untuk menghitungnya.

3. Pile kayu

Tiang pancang kayu adalah pile yang lebih banyak digunakan di rumah-rumah tradisional dan rumah modern di daerah dengan tingkat angin yang tinggi. Hal ini dikarenakan pile kayu memiliki kelenturan dan kekuatan yang tinggi sehingga tidak mudah merubuhkan bangunan. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan pile kayu ini adalah harus memastikan bahwa kayu benar-benar kuat serta tahan lembab dan rayap. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membuat kayu kuat untuk dijadikan pile adalah dengan mengecatnya dengan cat water proof dan anti rayap.

Itulah jenis-jenis tiang pancang yang paling umum digunakan pada berbagai konstruksi. Cara yang paling umum digunakan untuk memancangkan tiang adalah dengan menggunakan mesin yang sering disebut mesin “pemancang tiang” yang berfungsi dalam menggetarkan tiang dan memberinya tekanan hidrolis sehingga tiang tersebut dapat menembus tanah hingga kedalaman tertentu.

Semua jenis tiang pancang di atas memiliki kekuatan yang cukup dalam menahan dan menyalurkan beban namun tentu saja dengan kapasitas yang masing-masing berbeda. Anda tidak dapat menggunakan pile kayu untuk bangunan 15 tingkat. Semua pile memiliki porsi kekuatannya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *